News

Penerimaan Mahasiswa Baru Polman Astra 2018-2019 Program Reguler Gelombang 1 + 2

Thursday, 15 February 2018 08:53 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

PMB Reguler 2018

Last Updated on Thursday, 15 February 2018 09:01
 

Kerjasama dengan KOSEN Jepang diharapkan bisa meningkatkan kegairahan Sivitas Akademika Polman Astra untuk melakukan penelitian dan pengembangan pendidikan Vokasi

Wednesday, 08 November 2017 18:53 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Menindaklanjuti kunjungan Wakil Direktur I Polman Astra,Tonny Pongoh ke KOSEN Kumamoto Jepang pada pertengahan tahun 2016 yang lalu, pada tanggal 2 November 2017 telah ditandatangi kerjasama antara KOSEN Kumamoto Jepang dan Polman Astra. Delegasi Polman Astra sendiri diwakili langsung oleh Direkur Polman Astra, Tony Harley Silalahi yang didampingi Y.C Sutama, Kepala Program Studi Mesin Otomotif. MoU sendiri memuat tentang pengembangan kerjasama khususnya di bidang penelitian dan pengembangan Pendidikan Vokasi.

Setelah perang dunia ke 2, Jepang perlu berupaya untuk bangkit dari kondisi sulit dalam waktu yang singkat. Untuk itu pemerintah Jepang melakukan berbagai inisiatif salah satunya  dengan mendirikan KOSEN yang merupakan sekolah untuk menyiapkan engineer dan tenaga kerja siap pakai bagi industri Jepang, maka tak salah bila banyak orang melihat KOSEN sebagai pendidikan vokasi ala Jepang. Tidak seperti di Indonesia yang mengenal Sekolah menengah atas/kejuruan dan Diploma , maka di KOSEN para lulusan Sekolah menengah (SMP di Indonesia) bisa melanjutkan ke pendidikan KOSEN selama 5 tahun dalam satu paket. Dengan kesatuan paket tersebut bisa menjamin integrasi kurikulum yang berkesinambungan dan waktu yang digunakan oleh siswa untuk belajar dan mengembangkan teknologi juga lebih efektif.

Prof. Matsumoto, salah satu dosen KOSEN yang pernah diperbantukan di Indonesia mengatakan pendidikan di Kosen selain berfokus pada praktek tetapi tetap memperkuat teori dan konsep dengan tujuan menyiapkan anak didik supaya memiliki fondasi teori yg kuat sehingga setelah tamat dan bekerja di industri dan kemudian ada perubahan teknologi, maka mereka bisa beradaptasi dengan cepat karena punya landasan teori dan konsep yang baik. Hal ini juga terlihat dari para pengajarnya yang memiliki gelar PhD dan Professor,bahkan 99% memiliki gelar Doctor of Engineering, sesuai keahlian di bidangnya, hal ini tentu menjamin kedalaman teori yang mereka terapkan dalam pengajaran kepada siswa didik selain mereka juga dituntut dapat mengimplementasikan ilmunya di laboratorium atau workshop yang disediakan untuk masing-masing keahlian.

Tonny Pongoh mengungkapkan bahwa sistem pendidikan vokasi Jepang agak berbeda dengan system vokasi di Swiss atau Jerman. Dimana mereka menekankan sekali keseimbangan antara teori dan praktek. Andaikata Polman Astra bisa merancang system yang bisa mengkombinasikan antara kedua system tersebut tentu akan berdampak positif untuk para lulusan Polman Astra karena bisa diterima oleh industry-industri di Indonesia yang ber-affiliasi dengan Jepang ataupun Eropa. “ penandatanganan MoU ini merupakan kesungguhan Polman Astra untuk menunjang kemajuan industry melalui dunia pendidikan, dan SEAMEO (The Southeast Asian Ministers of Education Organization) sebagai institusi di kawasan Asia tenggara yang bekolaborasi dengan KOSEN Jepang memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah nyata tersebut. Hingga saat ini Polman Astra menjadi satu-satunya institusi yang telah merealisasikan kerjasama ini kedalam bentuk MoU” demikian dinyatakan Tonny Pongoh sebagai perwakilan Polman Astra yang sangat dekat dengan SEAMEO.

Setelah prosesi penandatangan MOU, Tony Harley Silalahi, Direktur Polman Astra dan Y.C Sutama, Kepala Program Studi Mesin Otomotif juga berkesempatan meninjau fasilitas di KOSEN Kumamoto, yaitu kampus Kumamoto dan kampus Yatsushiro. “Fasilitasnya bagus dan lengkap dengan Student Body yang tidak terlalu besar (600 orang). Kampus Yatsushiro sekitar 12 Ha, lengkap dengan beberapa fasilitas olahraga, dormitory untuk 300 siswa. Di beberapa laboratorium ketika dosen sedang mengajar, tampak mereka hanya mengajar sekitar 7 siswa saja. sehingga setiap siswa dapat perhatian yang intensif” ungkap Tony Harley Silalahi setelah melihat fasilitas di kampus Yatsushiro. “ lulusan KOSEN punya 3 alternatif setelah lulus, mereka bisa langsung bekerja, atau melanjutkan belajar ke universitas tetapi langsung masuk tahun ke-3 atau bisa juga melanjutkan belajar di KOSEN untuk advanced course yang disetarakan dengan gelar bachelor (S1)” lanjut Tony Harley Silalahi. PENS (Politeknik Negeri Surabaya) adalah Politeknik yang telah lama bekerjasama dengan KOSEN, mulai dari pertukaran pengajar dan penelitian. Tak salah bila PENS juga dipandang sebagai salah satu politeknik yang terbaik di Indonesia.

Tony Harley Silalahi sendiri menegaskan agar MoU ini jangan menjadi ceremonial semata, maka dia mengajak semua sivitas akademika Polman Astra bisa terus mengembangkan teknologi, mengupayakan penelitian serta pembelajaran vokasi. Dalam jangka pendek pengembangan domain kerjasama dapat difokuskan pada Teknologi Otomotif dan Mekatronika. Y.C Sutama saat ini juga masih berada di Kumamoto untuk berdiskusi dengan Dosen dan juga melihat secara langsung aktivitas "Tri-Dharma" di KOSEN.

 

Last Updated on Wednesday, 08 November 2017 18:57
 

Politeknik Manufaktur Astra Dukung Pengembangan Vokasi di Indonesia, Hingga Kini Luluskan 3.119 Ahli Madya Dari 24 Provinsi

Tuesday, 31 October 2017 00:00 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

JAKARTA: Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) mendukung upaya pengembangan vokasi di Indonesia agar sejalan dengan program yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju yang menjadikan vokasi sebagai kunci utama kemajuan ekonomi.

Dukungan terhadap pendidikan vokasi tersebut tercermin dari jumlah lulusan mahasiwa dari Polman Astra yang secara akumulasi terus meningkat dari sejak pendiriannya pada tahun 1995 hingga saat ini yang mencapai 3.119 ahli madya. Lulusan tersebut berasal dari 24 provinsi di seluruh Indonesia.

Dari total lulusan tersebut, Polman Astra pada 31 Oktober 2017 akan menyelenggarakan wisuda ke XVIII atas kelulusan 197 ahli madya yang berasal dari 14 provinsi di seluruh Indonesia.

Dari 197 mahasiswa yang akan diwisuda tersebut, terdapat 64 mahasiswa penerima beasiswa prestasi Astra. Hal itu merupakan wujud kontribusi Astra terhadap pendidikan vokasi di Indonesia. Dengan beasiswa prestasi Astra, mahasiswa Polman Astra yang berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah, dapat menempuh pendidikan membayar biaya kuliah serta mendapatkan uang saku bulanan.

Hal ini menunjukkan konsistensi dan komitmen Astra yang diwakili oleh YABI dalam berperan aktif membangun sumber daya manusia melalui Polman Astra, khususnya di bidang manufaktur secara luas, sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab kepada Bangsa dan Negara Indonesia.

Wisuda ke XVIII tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) Johannes Loman dan dihadiri juga oleh Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III Dr. Ir. Illah Saillah, MS. YABI merupakan lembaga yang menaungi Polman Astra.

Selain beasiswa Astra, sebanyak 9 orang mahasiswa program studi Teknik Produksi dan Proses Manufaktur menerima bantuan biaya pendidikan penuh dari PT Astra Agro Lestari Tbk, 7 mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif di atas 3 menerima beasiswa Yayasan Astra Honda Motor, 25 mahasiswa mendapatkan beasiswa dari Yayasan Pelayanan Kasih A&A Rachmat melalui PT Daya Adicipta Motora, 13 mahasiswa mendapatkan beasiswa Kopertis, 20 mahasiswa mendapatkan beasiswa Yayasan Amaliyah Astra (Lazis).

Hal ini sejalan dengan falsafah perusahaan Astra yaitu Catur Dharma butir pertama, yakni Menjadi Milik Yang Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara Indonesia dan juga goal yang dicanangkan yaitu menjadi Pride of the Nation pada tahun 2020.

Konstribusi Astra juga bisa tergambar dari penyerapan lulusan dalam 5 tahun terakhir rata-rata 60,91% diserap oleh Grup Astra dan selebihnya diserap oleh industri di luar Grup Astra, ataupun ada yang melanjutkan studi ke jenjang Strata 1.

Direktur Polman Astra Tony Harley Silalahi mengatakan keterserapan lulusan ini memberi indikasi 4 hal yaitu: matching kurikulum Polman dengan kebutuhan bisnis, kualitas proses pendidikan, dukungan Grup Astra terhadap Polman Astra dan perkembangan kebutuhan bisnis.

Pada pertengahan tahun 2017, survei yang dilakukan Polman Astra terhadap perusahaan Grup Astra yang menyerap lulusan Polman Astra menunjukkan 80% puas terhadap kualitas lulusan Polman Astra. Tanpa keterlibatan industri, Polman Astra akan kehilangan kemampuannya dalam menghasilkan lulusan siap kerja.”

“Jangan pernah berhenti belajar, karena menurut ”Future Job Report” yang dikeluarkan World Economic Forum, 35% jenis pekerjaan akan berubah dalam kurun waktu saat ini hingga 2020 seiring dengan perkembangan teknologi. Mereka yang mengembangkan dan mempelajari pengetahuan baru dan bisa mengimplementasikannya di pekerjaan dan kehidupan, dialah yang menjadi penggerak dan pengubah masyaraka pada masa depan,” tutur Tony seraya mengingatkan para wisudawan.

Ketua Dewan Pembina YABI Johannes Loman menambahkan para wisudawan Polman Astra terus membawa nilai-nilai dan kultur Astra dimana para wisudawan harus mampu menunjukkan kemampuan untuk menawarkan solusi dan pelayanan terbaik kepada pelanggan anda, selalu menghargai sesama dan membina kerjasama, serta berusaha untuk selalu mengupayakan yang terbaik dengan cara melakukan inovasi-inovasi.

Johannes juga menekankan bahwa sebagai salah satu perusahaan terbaik dan terbesar di tanah air yang memiliki 213 anak perusahaan dan karyawan lebih dari 215.000 orang, Grup Astra membutuhkan banyak tenaga terampil untuk mendukung pertumbuhan usahanya, khususnya di bidang Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi dan Properti.

Dengan menempuh pendidikan vokasi berkualitas di Polman Astra, karakter inovatif mahasiswa dapat terbangun dan tercermin dari hasil inovasi mereka selama magang di industri yang dihitung melalui NQI (Net Quality Income) yang dihasilkan oleh para wisudawan yang tahun ini mencapai angka sekitar Rp 200 Miliar.

NQI adalah nominal rupiah yang diakui oleh Industri tempat magang dimana para mahasiswa melalui tugas akhirnya untuk melakukan perbaikan proses di industri tersebut. Pola pemagangan seperti ini selain mengasah karakter mahasiswa untuk berinovasi juga memberikan manfaat kepada industri tempat mereka praktek kerja industri. Tahun ini para wisudawan melakukan praktek magang di 26 perusahaan Astra Grup dan 1 UKM binaan Yayasan Dharma Bakti Astra dan 2 Yayasan Astra lainnya. (TFL)

 

Last Updated on Friday, 03 November 2017 10:45
 

Polman Astra hadir di The 9th Annual Expert meeting of the Initiative on Employment and Skills Strategies in Southeast Asia (ESSSA) and 6th Regional Policy Dialogue on TVET"

Friday, 13 October 2017 00:00 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Bertempat di Hanoi, Vitenam, dilaksanakan “9th Annual Expert meeting of the Initiative on Employment and Skills Strategies in Southeast Asia (ESSSA) and 6th Regional Policy Dialogue on TVET”, 11-12 Oktober 2017. Tema pertemuan ini adalah "Building Talent for the next Production Revolution” (Peningkatan Bakat untuk menghadapi revolusi produksi) . Seperti rutin dilaksanakan setiap tahunnya, Polman Astra selalu hadir dalam event ini sebagai perwakilan negara Indonesia khususnya di sektor pendidikan tinggi swasta. Tonny Pongoh sebagai Wakil Direktur I berkesempatan untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan kali ini terselenggara berkat kolaborasi dari OECD (the Organisation for Economic Co-operation and Development ) SEARPN ( Southeast Asia Regional Policy Network), Kementerian Tenaga Kerja Vietnam (MOLISA), ADB  GIZ dan RECOTVET (Regional Cooperation Programme to Improve the Training of TVET Personnel). Melalui pertemuan ini diharapkan terjadi pertukaran pengetahuan tentang pengembangan skill dan sector pendidikan vokasi yang bisa mendorong kemajuan bangsa, sehingga bisa memacu Negara lain untuk semakin mengembangkan kebijakan-kebijakan untuk mendukung pengembangan skill dan sector pendidikan, selain itu melalui pertemuan ini diharapkan juga terbuka peluang terjadinya integrasi atau kerjasama antar Negara khususnya di region ASEAN untuk bidang yang sama. Platform kerjasama SEARPN sendiri tetap mengacu pada ESSSA (Employment and Skills Strategies in Southeast Asia) dari OECD yang telah mengembangkan kerjasama di bidang skill dan tenaga kerja Antara Negara Negara di kawasan ASEAN dengan Negara Negara anggota OECD .

Mulai tahun 2017 , mereka terus mengembangkan support mereka kepada ASEAN Member States (AMS). Efek dari digitalisasi dipandang berdampak sangat luas, dimana pekerjaan juga menuntut perluasan kompetensi, digitalisasi juga pasti akan membuka peluang kerja baru di dunia manufaktur, retail, telekomunikasi dan transportasi. Hal ini yang bisa dijadikan peluang oleh AMS untuk mengembangkan program peningkatan SDM yang sesuai. Melalui pertemuan ini dibahas isu-isu terkait hal tersebut dan dijabarkan juga kebijakan-kebijakan yang menjanjikan yang bisa digunakan oleh negara-negara ASEAN dalam menghadapi Revolusi Produksi.

Hadir sebagai narasumber dalam dialog kali ini para pakar-pakar bidang vokasi, ekonom dan penggiat ketenagakerjaan dari Jerman, Vietnam, Thailand, Malaysia, Indonesia, Kamboja, Singapura, Filipina baik dari sektor swasta maupun pemerintah. “Menjadi suatu kebanggaan bagi Polman Astra secara rutin diundang dalam pertemuan tingkat ASEAN ini, khususnya karena kita dipandang sebagai salah satu institusi sekolah tinggi vokasi swasta yang terbaik di Indonesia dan layak bersama denagn institusi di negara negara ASEAN untuk membahas bersama masalah Sumber Daya Manusia dan kesiapannya menyambut revolusi produksi yang semakin nyata dirasakan akhir-akhir ini. Melalui forum ini Polman Astra diharapkan bisa juga mempersiapkan lebih awal hal-hal yang terkait dengan arah pengembangan kompetensi SDM yang sesuai dengan tantangan yang ada kedepannya terkhusus dalam menghadapi revolusi produksi” demikian dijabarkan Tonny Pongoh dari pertemuan tersebut.

 

Last Updated on Friday, 03 November 2017 10:21
 

Tim "SUBMARINE" Mekatronika Polman Astra kembali menorehkan prestasi tingkat Nasional , Juara I Kompetisi PLC di ajang EOR UNJ 2017

Tuesday, 10 October 2017 00:00 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Melanjutkan sukses Tim “SUBMARINE” Mahasiswa Mekatronika Polman Astra dalam ajang Kompetisi PLC (Programmable Logic Control ) beberapa waktu lalu di Yogyakarta, masih di tahun yang sama mereka kembali menorehkan kemenangan pada ajang tingkat nasional lainnya. Kali ini ajang kompetisi PLC  dengan nama Electro Open Robotic (EOR) yang diselenggarakan ke-8 kalinya oleh UNJ (Universtas Negeri Jakarta), Polman Astra menempatkan Timnya sebagai jawara dengan perolehan point 1150 unggul jauh dari peringkat 2 yang ditempati kontingen tuan rumah UNJ dengan point 900.

Ajang kompetisi yang rutin diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Program studi Elektro Universitas Negeri Jakarta tahun ini diselenggarakan pada tanggal 5-8 Oktober 2017, dengan mempertandingkan 2 cabang yakni Robot Line Follower dan Programmable Logic Control (PLC).  EOR merupakan perlombaan berskala nasional untuk kategori pelajar dan mahasiswa se-Indonesia. Mengambil tema “Dengan Teknologi Pemuda Membangun Negeri”, panitia berharap bisa menjadikan EOR sebagai wadah baik siswa maupun mahasiswa untuk menigkatkan kreatifitas, jiwa kompetensi, serta pengembangan diri dalam bidang teknologi, khususnya robotika dan otomasi. Khusus untuk PLC , ini kali pertama panitia menyelenggarakannya dan  disupport penuh oleh PT Omron Indonesia.

Pada perlombaan ini Polman Astra mengirimkan 5 tim dari Program studi konsentrasi Mekatronika. 3 tim berisikan mahasiswa mekatronika tingkat 3 dan 2 tim lainnya berisikan mahasiswa mekatronika tingkat 1. “ Pada babak penyisihan I kami berhasil meloloskan 3 team sedang 2 lainnya gugur karena memang berisikan mahasiswa tingkat 1 yang baru memahami PLC dasar, namun ajang ini kami harapkan bisa melatih mental dan pengalaman mahasiswa tersebut” demikian diungkapkan Afianto , Sekretaris Program studi konsentrasi Mekatronika. Kompetisi sendiri diikuti oleh 28 peserta yang berasal dari Universitas atau sekolah tinggi terkemuka khususnya di jurusan elektronika seperti UGM, UNJ, PNJ, Polman Bandung dan Mercubuana . Selain menempatkan diri menjadi Jawara, akhirnya Polman Astra juga menempatkan Tim “MK14” sebagai peringkat 4 dalam ajang kompetisi ini.

“ajang kompetisi seperti ini menjadi penting bagi mahasiswa kita untuk mengukur kemampuan mereka  khususnya di bidang PLC , dan mereka kita pacu untuk  melihat kemampuan perguruan tinggi lain  pada bidang ini melalui suatu kompetisi , serta untuk menciptakan budaya berprestasi dalam suasana akademik untuk mencapai visi yaitu mampu bersaing di tingkat nasional dan regional” tutup Afianto.

Selamat untuk Seluruh Tim yang mewakili Polman Astra dalam ajang tingkat Nasional , semoga kedepan Polman Astra bisa mempertahankan prestasi ini dan meraih prestasi di level yang lebih tinggi !!

 

Last Updated on Friday, 03 November 2017 10:19
 


Page 1 of 7