News

KOLABORASI POLMAN ASTRA DENGAN 3 POLITEKNIK DAN PEMERINTAH SWISS DALAM PENGEMBANGAN DUAL VOCATION EDUCATION AND TRAINING

Wednesday, 11 November 2015 10:49 Arie Wisnu H
Print PDF
There are no translations available.

JAKARTA - Bertempat di William Soeryadjaya Hall PT Astra International Tbk, Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) yang berada dibawah Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI), pada hari Selasa 3 November 2015 (3/11) menyelenggarakan acara Dual Vocational Education and Training Confrence 2015 (dVET2015). Kegiatan yang diprakarsai oleh 4 politeknik yaitu Politeknik ATMI Surakarta (ATMI Solo), Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (Polman Bandung), Akademi Teknik Mesin  Industri Cikarang (ATMI Cikarang) dan didukung oleh Pemerintah Swiss melalui Association for Swiss International Technical Connection (SITECO), sebuah lembaga non profit yang mendukung dual vocational education and training (dVET) pada negara berkembang.


Pada sambutan pembuka, Direktur PT Astra International Tbk sekaligus Ketua Dewan Pembina YABI, Djoko Pranoto menyampaikan hasil nyata peran dVET dalam perkembangan bisnis Astra. Polman Astra beserta Astra Management Development Institute (AMDI) serta pusat-pusat pelatihan yang tersebar di berbagai industri grup Astra merupakan bukti inisiatif Astra dalam pengembangan sumber daya manusia. Sehingga secara strategis Polman Astra tidak lagi hanya sebuah program CSR Astra saja tetapi memiliki peran penting dalam dalam value chain Astra khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia menghadapi era MEA.


Duta Besar Swiss untuk Republik Indonesia,  H.E. Dr. Yvonne Baumann, menegaskan pentingnya tenaga kerja berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini tidak terlepas dari pengalaman Swiss yang telah merasakan kontribusi positif dari dVET, dimana Swiss telah dikenal sebagai negara yang mampu menghasilkan produk-produk yang inovatif. Pengalaman sukses dari dual sistem ini telah dkontribusikan ke Indonesia sejak tahun 1960 lewat institusi Politeknik.


Prof. Intan Ahmad  menilai bahwa Indonesia tengah mengalami kesenjangan kebutuhan Industri dengan lulusan yang ada. Hal ini terbukti dengan statistik yang menyebutkan bahwa hanya 62% lulusan pendidikan tinggi Indonesia yang memiliki pekerjaan yang relevan dengan pendidikan yang telah ditempuh. Tantangan yang ada adalah bagaimana mengabungkan pola pembelajaran di institusi pendidikan dan soft skill yang ada di industri sehingga membuat pendidikan vokasi lebih menarik minat orang muda. Saat ini di Indonesia terdapat lebih dari 4200 perguruan tinggi tetapi memiliki masalah perbedaan secara kualitas output. Disini terlihat strategis dan pentingnya dVET untuk menyelesaikan masalah tersebut.

 

Peran dVET bagi industri di Swiss

Prof. Dr. Ernt Buschor, mantan menteri pendidikan negara bagian Zurich menyampaikan kolaborasi industri dan institusi pendidikan dalam melakukan dVET. Institusi pendidikan menekankan pada kompetensi keahlian, sementara industri mempersiapkan program magangnya. Hasil dari proses magang tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh industri sementara untuk biaya pelaksanaan magang, industri mendapatkan subsidi dari pemerintah. Hal ini ditegaskan kembali oleh Urs Keller, Vice Chairman Siteco dan mantan Rektor ABB Technikerschule Swiss, melalui program magang tersebut siswa diharuskan terlibat langsung dalam project yang ada di industri sehingga dapat lebih memperkuat kompetensi yang dimiliki serta memberikan motivasi untuk terus meningkatkan ketrampilan mereka. Dari data yang ada, lebih dari 70% siswa lebih memilih program magang dan berdasar statistik yang ada di Swiss peserta didik yang memilih jalur dVET memiliki resiko kecil untuk menganggur.

 

Peran dVET bagi industri di Indonesia


FX Sri Martono, Executive Management PT. Astra International Tbk,  menyatakan bahwa tantangan global sudah didepan mata. Indonesia membutuhkan tenaga kerja terampil untuk dapat bersaing di era global. Didirikannya dojo di industri Astra group merupakan usaha Astra untuk mengembangkan ketrampilan SDM sehingga meningkatkan produktifitas, dan hal ini tidak dapat dicapai dengan sistem pendidikan tradisional. Production based-vocational training merupakan jawaban untuk mengisi kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri. Hal ini sejalan dengan pemikiran dan langkah yang dilaksanakan oleh Nestle, yang disampaikan Fahrul Irvanto, Assistant Vice President Human Resources Business Partner PT Nestle Indonesia, dimana untuk meningkatkan kompetensi SDM dilakukan pelatihan secara mandiri di industri. Hal ini telah dilakukan oleh Nestle melalui kerjasama dengan ATMI Solo maupun ATMI Cikarang sejak 2007. Direktur Pemebelajaran Kemenristekdikti,  Dr. Ir. Hj. Paristiyanti Nurwardani, MP, menyampaikan pemerintah sedang mempersiapkan kerangka SKKNI yang mejembatani kebutuhan dunia industri dan dunia pendidikan.


Sebagai bukti riil keberhasilan dVET disampaikan oleh para alumni politeknik. Petrus Tedja Hapsoro, direktur PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri yang bergerak di industri manufacturing dan injection, mewakili alumni ATMI Solo menyampaikan pola pembelajaran yang menitik beratkan pada kepresisian sangat memiliki peran penting dalam industrinya. Mulyono direktur PT Bahrul Alam Persada,  mewakili alumni Polman Astra juga menambahkan totalitas serta kerja keras yang dilakukan selama proses pembelajaran juga sangat memiliki peran penting  dalam mengembangkan usahanya di bidang pabrikasi dan machinery. Andreas Nawawi, direktur PT Paramount Land sebuah perusahaan property, mewakili alumni Polman Bandung juga menegaskan apa yang telah didapatnya selama proses belajar di Polman Bandung yaitu cara berpikir, dan kemauan mewujudkan sesuatu (make it real) sehingga selalu berani mencoba serta melakukan hal yang baru meski itu harus berbeda dengan apa yang  telah dipelajarinya.


Pengalaman Sofjan Wanandi dalam kiprahnya sebagai enterprenuer dengan segudang pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia merasa optimis bahwa pendidikan vokasi memiliki peran penting untuk menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship untuk generasi muda Indonesia. Enterprenurship mengambil bagian yang penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat sangat dipengaruhi oleh kurangnya kualitas tenaga kerja. Sekali lagi Sofjan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan harus didukung oleh improvisasi pendidikan vokasi.

 

Tantangan implementasi dVET kedepan


Berbagai tantangan implementasi Dual Vocational Education and Training dibahas melalui diskusi panel bersama Prof. Hans Jaeger, Prof. Buschor serta Urs Keller. Masalah utama yang dikemukakan dalam diskusi ini adalah kurangnya insentif yang dirasakan oleh industri dari pendidikan vokasi. Hal tersebut diakui sebagai hal yang cukup menantang namun dapat diselesaikan dengan sikap proaktif dari institusi pendidikan vokasi untuk menjangkau industri. Selain itu kerjasama yang erat dari institusi-institusi Politeknik dapat memperluas jaringan industri yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepedulian industri untuk mendukung pendidikan vokasi.


Association of Advance Politekniks Indonesia (AAPI)


Sebagai bagian akhir dVET 2015, Marco Mathis selaku delegasi SITECO untuk Indonesia menyampaikan definisi, strategi dan roadmap AAPI, yang kemudian ditutup dengan penandatangan MoU AAPI oleh 4 Politeknik: ATMI Solo, ATMI Cikarang, Polman Bandung dan Polman Astra yang oleh direktur masing-masing institusi. MoU ini merupakan langkah awal persiapan pendirian AAPI yang tujuannya menggalang kerjasama Politeknik-Politeknik untuk mengambil bagian dalam implementasi Swiss Dual System serta mempertajam peran dan kontribusi pendidikan vokasi bagi pertumbuhan industri di Indonesia.

 

Foto 1: Foto Bersama Sebelum Konferensi (ki-ka), Urs Keller (Vice Chairman SITECO), FX Sri Martono (Excutive Management Astra International), Agus Sriyono SJ (Direktur Politeknik ATMI Surakarta), Prof. Dr. Ir. Isa Setiasyah Toha M.Sc. (Direktur Polman Bandung), A. Hendro Subekti SJ (Direktur ATMI Cikarang) Tony H. Silalahi (Direktur Polman Astra), Martin Stottele (Head of Economic Development Cooperation SECO - Kedubes Swiss), Djoko Pranoto (Direktur PT Astra International Tbk), Prof. Intan Ahmad Ph.D (Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti), Marco Mathis (SITECO), H.E. Dr. Yvonne Baumann (Duta Besar Swiss), Prof. Dr. Hans Jaeger (SITECO).

Foto 2: Direktur PT Astra International Tbk sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Astra Bina Ilmu, Djoko Pranoto memberikan sambutan selaku tuan rumah Dual Vocational education & Training Conference 2015

Foto 3: H.E. Dr. Yvonne Baumann, Duta besar Swiss, memberikan pembuka Dual Vocational education & Training Conference 2015

Foto 4: Prof. Intan Ahmad Ph.D., Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti,  memberikan pengantar pada  Dual Vocational education & Training Conference 2015

Foto 5: Foto bersama para pembicara paruh kedua  Dual Vocational education & Training Conference 2015, (ki-ka) Prof. Dr. Hans Jaeger, Urs Keller, Dr. Ir. Hj. Paristiyanti Nurwardani M.P. (Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti), FX. Sri Martono, Prof Intan Ahmad Ph.D., Fahrul Irvanto (Asistant Vice President Human Resource Business Partner - Opertaions PT Nestle Indonesia)

Foto 6: Sofjan Wanandi, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden RI, tampil sebagai keynote di  Dual Vocational education & Training Conference 2015

Foto 7: Diskus panel oleh (ki-ka) Urs Keller, Prof. Dr. Ernst Buschor (mantan Menteri Pendidikan Negara Bagian Zurich Swiss), Prof. Dr. Hans Jaeger

Foto 8: Penandatanganan MOU Association of Advance Politekniks Indonesia (AAPI) oleh Urs Keller dan Tony H. Silalahi yang dilanjutkan 3 direktur Politeknik lainnya serta wakil dari Kemenristekdikti dan Pemerintah Swiss

Foto 9: Foto bersama setelah penandatanganan MOU AAPI bersama 4 Direktur Politeknik, Siteco dan Wakil Pemerintah Swiss

 

POLMAN ASTRA WISUDA 210 AHLI MADYA

Tuesday, 10 November 2015 17:37 Arie Wisnu H
Print PDF
There are no translations available.

JAKARTA - Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) pada hari ini (27/10) menyelenggarakan acara wisuda ke-XVI di Taman Mini Indonesia Indah. Pada wisuda kali ini, Polman Astra mewisuda 210 Ahli Madya, 86 mahasiswa di antaranya merupakan penerima beasiswa prestasi Astra. Dengan jumlah lulusan ini, total lulusan Polman Astra sejak berdiri tahun 1995 menjadi 2.719 mahasiswa.


Wisuda dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina Pembina Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) Djoko Pranoto, dihadiri oleh Direktur PT Astra International Tbk (Astra) Widya Wirawan, eksekutif Astra, dewan pembina, dewan pengawas, dewan pengurus YABI, manajemen Polman Astra, perwakilan dari industri dan perguruan tinggi serta para undangan.


Dalam laporan singkatnya, Direktur Politeknik Manufaktur Astra Tony H. Silalahi mengatakan: “Rata-rata tingkat keterserapan lulusan di Grup Astra selama 9 tahun terakhir mencapai 53,6% dan terus meningkat pada 3 tahun terakhir ke kisaran 62,5%-73,5% (6 bulan setelah wisuda).”


Naiknya keterserapan lulusan ini mengindikasikan semakin baiknya beberapa faktor diantaranya kualitas perekrutan calon mahasiswa, matching antara kurikulum Polman dan kebutuhan bisnis, kualitas proses pendidikan dan dukungan perusahaan afiliasi Astra terhadap Polman Astra. Meski kondisi ekonomi pada tahun ini cukup menantang, sebanyak 52,11% dari lulusan Polman Astra pada hari ini telah terserap oleh industri atau berkurang 1,08% dibandingkan dengan tahun lalu. Dari angka yang terserap tersebut industri tersebut, industri Grup Astra mengambil porsi 84,68%.


Selain Beasiswa Prestasi Astra, pada wisuda kali ini terdapat 10 orang mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dari PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL) khusus pada program Teknik Pengolahan Hasil Perkebunan (TPHP), 12 orang mahasiswa beasiswa dari PT United Tractors Tbk (UT) dan tiga orang mendapat beasiswa karyawan berprestasi dari Astra - Daihatsu Sales Operation (DSO) pada program Teknik Otomotif (TO).


Dalam kesempatan ini Tony juga mengucapkan terima kasih pada lembaga pemberi beasiswa lainnya, di antaranya Yayasan Astra Honda Motor (YAHM), Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat (YPKAAR) dan Kopertis Wilayah III yang memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang berlatar belakang dari keluarga kurang mampu.


Penghitungan net quality income (NQI) atas seluruh tugas akhir mahasiswa yang dilakukan pada saat magang mencapai total nilai Rp 421 miliar atau naik 350% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Nilai tersebut merupakan improvement yang dilakukan mahasiswa yang telah dilakukan di industri.


Institusi Pendidikan Terbaik


Setelah melantik 210 wisudawan-wisudawati sebagai ahli madya Teknik Program Diploma III (D3), Ketua Umum Dewan Pengurus YABI Hamdhani Dzulkarnaen mengucapkan selamat kepada seluruh orang tua wisudawan. Selain itu ia juga menyampaikan: “Dalam usia ke-20 tahun ini, Polman Astra akan memasuki dasa warsa yang ketiga dalam kiprahnya di dunia pendidikan dan ingin menjadikan dirinya sebagai salah satu institusi pendidikan terbaik di Indonesia, sehingga memberikan kontribusi nyata dalam memajukan industri melalui pengembangan sumber daya manusia khususnya di bidang manufaktur, sumber daya alam, otomotif dan teknologi informasi.


Harapan besar juga diberikan kepada para wisudawan untuk bisa berkontribusi nyata untuk mencapai tujuan Astra menjadi Pride of the Nation pada tahun 2020. Tiga hal yang harus dipegang sebagai insan Astra adalah harus dapat menunjukkan kemampuan untuk menawarkan solusi dan pelayanan terbaik kepada pelanggan Anda, dimanapun bekerja selalu menghargai sesama dan membina kerjasama, serta berusaha untuk selalu mengupayakan yang terbaik dengan cara melakukan inovasi-inovasi. Hal tersebut bukan semata-mata untuk Astra, tetapi ini adalah langkah awal kontribusi kita semua untuk menjadi kebanggaan bangsa.


Koordinator Kopertis Wilayah III Dr. Ir. Illah Sailah, M.S. selain mengucapkan selamat bagi para wisudawan, juga menyampaikan ucapan selamat kepada yayasan dan civitas akademika Politeknik Manufaktur Astra yang tengah merayakan Dies Natalis ke-XX, Politeknik Manufaktur Astra mengabdi untuk bangsa melalui dunia pendidikan tinggi. Juga ucapan terima kasih kepada Grup Astra atas komitmen yang berkesinambungan dalam pengembangan pendidikan yang berbasis pada pendidikan keahlian melalui Polman Astra. Dihadapan masih banyak tantangan yang harus ditanggapi Polman Astra agar mampu berkembang dan bermakna, terutama dalam menghasilkan karya dan lulusan yang berdaya saing tinggi untuk menghadapi Era Masyarakat Ekonomi Asean.


Dalam wisuda kali ini juga diberikan penghargaan bagi beberapa mahasiswa yang berhasil meraih indeks prestasi kumulatif tertinggi (IPK) dan tugas akhir (TA) terbaik pada semua program studi. Parantio Bagus Nugroho yang meraih IPK tertinggi di program TPHP, saat ini telah bekerja di AAL.


Ia mewakili rekan-rekan seangkatannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap civitas akademika Polman Astra dan Grup Astra, yang telah memberikan kesempatan untuk belajar di Polman Astra melalui program Beasiswa Prestasi Astra yang telah diterima selama tiga tahun ini, yang tidak hanya menambah ilmu saja tetapi juga mempersiapkan dirinya untuk belajar dunia baru sehingga siap dalam menghadapi tantangan di dunia kerja.


Sebagai bagian dari insan Astra, Parantio juga mengajak seluruh wisudawan bersama membesarkan nama Astra di kemudian hari dengan terus menghasilkan karya-karya terbaik untuk mewujudkan cita-cita menjadi Pride of The Nation pada tahun 2020. Dalam acara ini juga dipamerkan beberapa produk yang telah dihasilkan diantaranya mini cnc, robot humanoid, charging battery, hydraulic hybrid, aplikasi informatika dan produk lainnya yang telah dihasilkan oleh mahasiswa Polman Astra.

Foto 1: Ketua Dewan Pembina Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) Djoko Pranoto mewisuda salah satu wisudawan Polman Astra pada acara Wisuda ke-XVI Polman Astra (27/10).

Pada wisuda kali ini Polman Astra meluluskan 210 Ahli Madya, di mana 86 mahasiswa di antaranya merupakan penerima beasiswa prestasi Astra. Rata-rata tingkat keterserapan lulusan di Grup Astra selama 9 tahun terakhir adalah 53,6% dan terus meningkat pada 3 tahun terakhir antara 62,5%-73,5% (6 bulan setelah wisuda). Dengan jumlah lulusan ini, total lulusan Polman Astra sejak berdiri tahun 1995 menjadi 2.719 mahasiswa.

 

Foto 2 & 3: Ketua Dewan Pembina YABI Djoko Pranoto (kedua kanan) didampingi Ketua Umum Dewan Pengurus YABI Hamdhani Dzulkarnaen (kanan), Direktur Polman Astra Tonny H. Silalahi (kiri) bersama wisudawan terbaik Polman Astra Parantio Bagus Nugroho (kedua kiri) dari program studi Teknik Pengolahan Hasil Perkebunan dan wisudawati terbaik Polman Astra Riska Cindyantika (tengah) dari program studi Mekatronika pada acara Wisuda ke-XVI Polman Astra (27/10).

 

Lulusan Polman Astra Siap Hadapi MEA

Tuesday, 10 November 2015 17:25 Arie Wisnu H
Print PDF
There are no translations available.

JAKARTA - Politeknik Manufaktur Astra (Polman Astra) hari ini (6/10) merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Selama 20 tahun, Polman Astra telah meluluskan 2.505 ahli madya setingkat D3 sejak wisuda pertama tahun 1999 sampai dengan tahun 2014.

Polman Astra telah memberikan kontribusi yang penting bagi perkembangan industri di Indonesia khususnya di Grup Astra dengan menghasilkan high-skilled engineers yang dibutuhkan industri. Grup Astra menyerap alumni Polman Astra sebanyak 62,5%-73,5% pada 3 tahun terakhir.

Keberadaan Polman Astra yang merupakan salah satu bentuk inisiatif Astra dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknik untuk menjawab tantangan dan kebutuhan industri menjelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Lulusan Polman Astra diharapkan mampu bersaing dengan lulusan dari negara lain yang ada di Asean.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) Hamdhani Dzulkarnaen mengatakan: “Untuk mencapai visi menjadi politeknik terbaik di Indonesia dan dapat bersaing di ASEAN, pada usia yang ke 20 ini Polman Astra telah memulai pengembangan program Meister yang merupakan sistem sertifikasi kompetensi profesional yang telah teruji di German speaking countries dalam memastikan kompetensi dan profesionalitas praktisi bisnis.”

Hal ini membuktikan diantaranya semakin baiknya kualitas proses pendidikan serta matching kurikulum di Polman Astra dan kebutuhan di industri. Selain pendidikan, Polman Astra juga telah mengembangkan kegiatan penelitian, pengembangan produk teknologi, dan pengabdian masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

20 Produk Teknologi

Dalam 5 tahun terakhir hingga tahun 2015 telah dikembangkan 20 produk teknologi dan satu diantaranya sudah dikomersilkan melalui kerjasama dengan Astra Motor. Dalam menghadapi perubahan di industri yang menjadi full-automation atau industry 4.0 akibat perkembangan teknologi informasi dan mekatronika, maka Polman Astra dituntut untuk selalu berevolusi menyesuaikan diri dengan tantangan zamannya bahkan bila perlu “revolusi” dalam arti rapid change untuk mengejar ketertinggalan agar mampu bersaing di era perubahan abad 21.

Di bidang inovasi teknologi, Polman Astra meraih The Best Innovation Award pada Indonesia Windmill Competition 2013 yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Kabupaten Bantul. Selain itu Polman Astra meraih peringkat kedua Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) kategori robot beroda, dan peringkat ketiga dengan desain robot terbaik.

Pada akhirnya diharapkan Polman Astra tetap bisa bersinar seperti bintang (Glow as A STAR) di jalur Technical Vocational Education & Training sehingga jadi berkat buat Astra dan Indonesia di era global economy dan advance technology seperti sekarang ini.

Pada kesempatan ini dilakukan penandatanganan nota kerjasama dengan 9 SMK binaan yang berasal dari DKI Jakarta, Jabar dan Banten, menggenapi menjadi 20 SMK Binaan pada tahun ini yang menjadi program dari Center for Vocational Education Development (CFVED).

CFVED ini akan melakukan pengembangan kurikulum dan pengembangan kompetensi tenaga pendidik pada SMK binaan. CFVED tersebut merupakan salah satu pusat selain Center For Small Medium Enterprise Development yang melakukan pembinaan UKM bekerjasama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Polman Astra juga ditunjuk oleh Kemendikti dan Ristek sebagai politeknik manufaktur rujukan di Indonesia.

Pada peringatan HUT ke-20 hari ini, Polman Astra juga menyampaikan secara simbolis kepada 62 penerima Beasiswa Prestasi Astra Tahun Akademik 2015/2016 serta beasiswa dari Yayasan maupun lembaga pemberi beasiswa sejumlah 35% dari penerimaan mahasiswa baru.

Sampai dengan tahun 2015, Polman Astra telah memberikan Beasiswa Prestasi Astra bagi 507 siswa terbaik lulusan SMA/SMK yang berasal dari 21 provinsi. Saat ini Program beasiswa Prestasi Astra untuk Tahun Akademik 2016/2017 juga telah dibuka pendaftarannya secara online melalui Http://pmb.polman.astra.ac.id sampai dengan tanggal 16 Januari 2016.

Polman Astra didirikan pada tahun 1995 dengan nama Akademi Teknik Federal saat itu oleh PT Federal Motor (saat ini menjadi PT Astra Honda Motor) melalui Yayasan Federal Bina Ilmu dengan satu program studi (prodi) untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil dalam industri kendaraan roda dua. Dari satu prodi kemudian berkembang menjadi tiga prodi dan kemudian berubah nama menjadi Polman Astra di bawah YABI pada tahun 2000 seiring berjalannya perkembangan bisnis saat itu. Sesuai perkembangan bisnis Astra dengan enam lini bisnisnya, Polman Astra saat ini telah memiliki empat prodi dan tujuh konsentrasi dengan akreditasi B.

Foto 1: Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) Hamdhani Dzulkarnaen (kiri) didampingi Direktur Polman Astra Tony Silalahi menyerahkan secara simbolis Beasiswa Prestasi Astra tahun akademik 2015-2016 kepada salah satu mahasiswi Polman Astra pada acara HUT ke-20 Polman Astra (6/10). Sampai dengan tahun 2015, Polman Astra telah memberikan Beasiswa Prestasi Astra bagi 507 siswa terbaik lulusan SMA/SMK yang berasal dari 21 provinsi.

 

Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) Hamdhani Dzulkarnaen (kiri) didampingi Direktur Polman Astra Tony Silalahi berfoto bersama dengan salah satu mahasiswi penerima Beasiswa Prestasi Astra tahun akademik 2015-2016 pada acara HUT ke-20 Polman Astra (6/10). Sampai dengan tahun 2015, Polman Astra telah memberikan Beasiswa Prestasi Astra bagi 507 siswa terbaik lulusan SMA/SMK yang berasal dari 21 provinsi.

 

Pengumuman Wisuda XVI Polman Astra Tahun 2015

Wednesday, 16 September 2015 08:46 Arie Wisnu H
Print PDF
There are no translations available.

 

Polman Astra: Beasiswa Prestasi untuk Penerus Bangsa

Tuesday, 09 December 2014 12:59 Arie Wisnu H
Print PDF
There are no translations available.

Last Updated on Tuesday, 09 December 2014 13:16
 


Page 1 of 3