News

kemeriahan acara Academic Day Polman Astra 2016

Friday, 09 December 2016 08:59 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Untuk kelima kalinya Polman Astra menyelenggarakan Academic Day Polman Astra 2016. Puncak acara sendiri dilaksanakan pada Selasa, 29 November 2016. Kegiatan ini diikuti tidak hanya oleh para mahasiswa namun juga diikuti oleh instruktur , dosen bahkan karyawan Polman Astra. Untuk penyelenggaraan tahun ini panitia menyiapkan 2 jenis perlombaan yaitu skill competition berupa Mechanical Inspection, Bongkar Pasang Roda, dan Line Tracing. Lalu terdapat juga Group Competition yang memperlombakan Pemrograman PLC Simulator, Logic Competition (L-com), Lomba Engineering Design, dan yang menjadi primadona dalam event ini yaitu QCC (Quality Control Circle). Panitia juga menyiapkan hadiah total sebesar 5,4 juta rupiah bagi para juara.

Ajang Academic Day sendiri dibuka langsung oleh Tony Harley Silalahi sebagai direktur Polman Astra, dalam sambutannya beliau turut berbangga atas antusiasme para peserta dalam mengikuti ajang perlombaan ini. Dan berharap agar lewat ajang ini para peserta bisa meningkatkan skill dan kompetensi mereka dan juga melalui QCC setiap insan Polman Astra memiliki semangat improvement dan diharapkan semakin hari kualitas dari perbaikan yang diperlombakan juga semakin meningkat.

Edward Rosyidi , sebagai ketua pelaksana Academic Day juga merasa senang karena tahun ini jumlah peserta cukup banyak dan bervariasi, tercatat 350an peserta terdaftar dalam ajang Academic Day tahun ini. “yang menarik dari academic day tahun ini adalah jumlah peserta wanita semakin meningkat, khususnya yang mengikuti lomba Bongkar pasang ban, tercatat terdapat 10 peserta wanita disana. Untuk Line Tracing yang juga merupakan perlombaan skill untuk jurusan teknik, banyak diikuti juga oleh peserta dari program studi Manajemen Informatika” demikian keterangan dari Edward. Sesuai dengan tujuan dari academic day sendiri untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan karyawan  baik secara teknis dan non teknis, Edward menambahkan bahwa perlombaan ini tidak membatasi peserta dari gender pun asal usulnya. “teknik membongkar ban yang sesuai prosedur menjadi kebutuhan  bagi setiap pengendara mobil, dan saat ini banyak pengendara mobil adalah wanita. Hal itu mungkin yang memicu mereka mengikuti perlombaan ini, karena bukan hanya dari sisi teknis saja yang diperlombakan, namun juga dari prosedur safety dinilai dalam perlombaan ini” sahut Edward.

QCC yang menjadi primadona dalam Academic Day juga memunculkan hal hal menarik. Dari sisi jumlah circle yang diajukan tahun ini mencapai 34 proposal circle, namun setelah menjalani proses panjang selama 3 bulan mulai dari pengajuan proposal hingga Gemba oleh team juri, terpilih 6 circle yang masuk ke babak final. Seperti tahun sebelumnya panitia juga memanggil dua orang juri dari affco Astra Grup yang merupakan praktisi dalam bidang terkait. Untuk tahun ini panitia memanggil juri dari Astra Honda Motor (AHM) dan Astra Daihatsu Motor (ADM). Yang menarik dari QCC tahun ini adalah mulai munculnya peserta dari program studi Teknik Otomotif dan Manajemen Informatika. Bahkan di babak final, Team “DOA IBU” dari program studi Teknik Otomotif keluar sebagai juara dan berhak atas hadiah sebesar , diikuti oleh team Guardian or Circle (TPM) dan team Tenera (TPHP) sebagai juara dua dan tiga.

Sampai jumpa di Academic Day tahun depan.

polman_academicday1.jpgpolman_academicday2.jpgpolman_academicday3.jpgpolman_academicday4.jpgpolman_academicday5.jpg

 

Last Updated on Friday, 09 December 2016 09:10
 

Kovensi Kaizen SMK-Polman Astra : "membangun karakter Problem Solving"

Tuesday, 06 December 2016 08:51 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Politeknik Manufaktur Astra melalui Unit Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan , pada tanggal 28 November 2016 kembali menyelenggarakan Konvensi Kaizen Tingkat SMK yang kedua. Berbeda dengan event sebelumnya, kali ini Konvensi juga selain diikuti oleh SMK binaan Polman Astra juga diikuti oleh SMK-SMK  sekitar Jabodetabek. Terdapat 16 Finalis yang tampil di acara Final kali ini, mereka adalah kelompok-kelompok terbaik dari hasil kompetisi Kaizen yang juga sudah mulai diselenggarkan oleh masing-masing SMK peserta beberapa waktu sebelumnya.

Dengan tajuk “Membangun Karakter Problem Solving” kegiatan ini dibuka langsung oleh Tony Harley Silalahi , Direktur Polman Astra. Lewat sambutannya, Tony Harley berharap agar budaya Kaizen sudah tumbuh dari siswa siswa level menengah atas/kejuruan, dan berharap agar semakin hari kualitas dari problem solving yang dikerjakan juga semakin meningkat, sehingga bisa memiliki dampak yang semakin luas. “melalui kegiatan inipun Polman Astra ingin terus bersinergi dengan SMK dalam hal pengembangan materi dan kurikulum, dan apabila Program Kaizen ini dirasakan berdampak positif bagi SMK, kita berharap agar program ini bisa disupport oleh DIKNAS dan bisa menjadi program nasional” demikian diungkapkan Tony Harley Silalahi. Untuk diketahui bahwa tahun ini selain terjadi peningkatan jumlah peserta dari tahun sebelumnya yang cuma 9 SMK menjadi 16 SMK, juga ditandai dengan semakin banyaknya circle QCC yang turut serta. Sejak babak penyisihan di masing-masing SMK tercatat 38 circle ikut dilombakan dan melibatkan sedikitnya 160 siswa.

Sebagai Dewan Juri dalam acara ini , selain melibatkan para dosen dan pengajar Polman Astra , panitia juga memanggil beberapa Praktisi Industri Astra Group yang memang sudah sangat berpengalaman dalam bidang ini, antara lain , Bambang Indarto dari PT Astra Honda Motor, ada juga Nana Isnawan dari Isuzu Sales Operation dan yang terakhir Ajat Sudrajat dari PT Astra Daihatsu Motor. Bambang Indarto salah satu dewan juri konvensi ini menuturkan kesannya “Selama penyelenggaraan Konvensi Kaizen SMK yang telah di selenggarakan oleh Polman Astra, secara quantity meningkat, Dan secara Quality, terjadi peningkatan, dimana Tema-tema yang ada Sekarang tidak hanya Mengarah kepada Tema 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) ataupun menghasilkan produk, melainkan SMK mampu menghasilkan Inovasi sistem aplikasi untuk menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekolah, diharapkan kedepannya SMK mampu membuat Inovasi yang sangat berguna dan dapat di implementasikan di masyarakat”. Bambang Indarto juga berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus diselenggarakan dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi “namun harus disertai pembimbingan dari pihak akademisi dan praktisi industry, sehingga kualitas metologi serta hasilnya lebih optimal” tambah Bambang Indarto.

Acara kali ini juga didukung penuh oleh PT Astra Daihatsu Motor(ADM) dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dimana salah satunya mereka menyumbangkan “engine Toyota Innova “ dan “Engine Daihatsu Xenia” yang akan diberikan kepada juara terbaik dari konvensi ini. SMKN 1 Cibinong dinobatkan sebagai sekolah yang mengirimkan finalis QCC terbanyak, sedang sebagai fasilitator terbaik  terpilih Yadi Rahmat Karyadi dari SMKN 1 Cibinong.untuk juara umum ke 4 hingga runner up berturut turut SMKN 1 Karawang, SMKN 1 Cibinong dan SMKN 5 Jakarta. Untuk Juara Pertama direbut oleh Team “Lieberta” dari SMKN 1 Cilegon. “Saya merasa sangat senang dan benar-benar tidak menyangka dapat memenangkan kompetisi seperti ini. Karena ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti lomba. Kesulitan yang saya hadapi selama pembuatan project untuk QCC ini pun terbayarkan” ujar leader team QCC yang berasal dari SMKN 1 Cilegon.

 

polman-kaizen1.jpgpolman-kaizen2.jpgpolman-kaizen3.jpgpolman-kaizen4.jpgpolman-kaizen5.jpgpolman-kaizen6.jpgpolman-kaizen16.jpgpolman-kaizen20.jpgpolman-kaizen22.jpgpolman-kaizen7.jpgpolman-kaizen8.jpgpolman-kaizen9.jpgpolman-kaizen10.jpgpolman-kaizen11.jpgpolman-kaizen12.jpgpolman-kaizen14.jpgpolman-kaizen15.jpg

 

Last Updated on Tuesday, 06 December 2016 11:18
 

Diseminasi Hasil Penelitian dipaparkan team LPPM Polman Astra di Forum International Conference Hamburg Germany 2016

Tuesday, 22 November 2016 09:47 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Di akhir Bulan Oktober 2016 yang lalu , Dr Eng Syahril Ardi, ST, MT , Koordinator LPPM Polman Astra diundang secara khusus sebagai pemakalah dalam “The International Conference of Integrated Intellectual Community (ICONIC) 2016 ” pada  28th – 31th ctober 2016. ICONIC sendiri merupakan komunitas Akademisi dan Praktisi Industri asal Indonesia yang tinggal di Jerman. Sekurangnya terdapat 300 peserta yang berpartisipasi dalam konferensi kali ini. Konferensi international sendiri dilaksanakan di Technische Universität Hamburg (TUHH) di kota Harburg, Jerman.  Universitas ini tergolong paling muda di Jerman namun sudah sangat populer di dunia. Tema yang diambil dalam konferensi tahun ini adalah “Kebangkitan Industri: Optimalisasi Sinergi Bisnis, Pemerintahan, dan Pendidikan”.

Pada kesempatan tersebut Dr Eng Syahril Ardi, ST, MT berbicara pada sessi pada kluster energi, teknologi, & Industri. Dalam pemaparannya Dr Eng Syahril Ardi, ST, MT menjelaskan tentang aplikasi sistem sensor pada robot lengan yang digunakan pada mesin plastik di Industri Manufaktur. “ ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh salah satu Perusahaan Astra Group dan digunakan untuk memperbaiki Error yang terjadi di area produksi komponen plastik” ungkap Dr Eng Syahril Ardi, ST, MT dalam makalahnya. “suatu kebanggaan bagi kami (LPPM) mendapatkan kesempatan untuk membagikan pengalaman kami di Polman Astra kepada para peserta konferensi. Patut Disadari bahwa terdapat tiga sektor yang memegang kunci pertumbuhan industri & daya saing Bangsa Indonesia yaitu para akademisi/innovator, pelaku usaha, dan pemerintah” tambah Dr Eng Syahril Ardi, ST, MT menutup presentasinya.

Selain sessi kluster energy, teknologi dan industry, terdapat kluster lain antara lain:  Education and Governmental policy, Business and Economy, Energy, Technology and Industry, Medical Science, Infrastructure Development, Agriculture, Food Industry and Maritime, Natural Science, Tourism, Social and Culture, Environment.

Di acara pembukaan hadir juga sebagai keynote speaker, Prof BJ Habibie, dengan penuh semangat beliau memaparkan dan menginspirasi semangat seluruh peserta untuk terus ber-inovasi dan membangun Bangsa dan Negeri Indonesia sehingga memiliki daya saing yang terus meningkat. Beliau mengatakan bahwa setiap kita harus fokus kepada bidang masing-masing dan siap untuk berkolaborasi. Diingatkan pula, salah satu kelemahan bangsa kita adalah kurangnya budaya estafet, yaitu bagaimana kita menyiapkan orang (team) yang akan menggantikan kita. “Jadi persiapkan orang(team) yang akan mengambil alih atau melanjutkan inovasi sekaligus memberikan stick estafet inovasi yang telah dilakukan secara benar” nasehat dari Prof BJ Habibie .

Di akhir sesinya, Prof BJ Habibie juga mengingatkan agar kita terus memiliki semangat, komitmen, & kecintaan untuk terus berkarya dan menggunakan hasil inovasi dari karya anak bangsa sendiri. Cinta kepada Tuhan, tanah air, hingga bidang keilmuan yang ditekuni. Dengan adanya cinta, maka dapat menumbuhkan rasa toleransi dan melakukan semuanya dengan sepenuh hati. Generasi muda harus mempersiapkan diri dan memiliki daya saing tinggi sehingga siap menerima tongkat estafet. Sudah saatnya semua elemen bersinergi positif, sinergi yang membuat nilai tambah seluruh elemen yang terlibat. Berikutnya adalah pemaknaan cinta dalam arti luas yaitu cinta kepada Tuhan, tanah air, hingga bidang keilmuan yang ditekuni. Dengan adanya cinta, maka dapat menumbuhkan rasa toleransi dan melakukan semuanya dengan sepenuh hati.

Konferensi ini juga menghadirkan beberapa pembicara, antara lain Ketua Dewan Riset Nasional, Dr. Bambang Setiadi, Ekonom Universitas Indonesia, Faisal Basri, Sekretaris Dirjen ILMATE – Kementerian Perindustrian, Ir. Hasbi Assidiq Syamsuddin, dan Atase Pendidikan di Jerman, Dr. Ahmad Saufi.

 

(Reportase dari Dr Eng Syahril Ardi, ST, MT)

lppm-polman1.png

lppm-polman2.jpg

 

 

 

Last Updated on Tuesday, 22 November 2016 09:56
 

Pemaparan team LPPM Polman Astra tentang "Smart Grid Implementations in Industry" dalam sharing Expert PT Astra Otopart-Winteq

Monday, 21 November 2016 11:16 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Dalam rangka memperingati hari energi sedunia yang jatuh pada tanggal 22 oktober, PT Astra Otoparts divisi winteq menyelenggarakan forum sharing untuk expert/specialist dengan tema penerapan teknologi smart grid di dunia industri.

Forum ini dibuka langsung oleh Reiza Treistanto Chief Operation and officer (COO) PT Astra Otoparts divisi Winteq dan direktur PT Velasto Indonesia Cikarang Plant. “ melalui forum ini diharapkan terjadi sharing knowledge guna membangkitkan semangat belajar dari engineering dan membantu para engineer menemukan solusi untuk masalah-masalah teknis yang dihadapi dalam pekerjaannya” ungkap Reiza Treistanto dalam sambutannya. Forum ini sudah berjalan selama 3 tahun berturut-turut dan selalu mengangkat tema terkini sebagai bagian dari pengayaan pengetahuan engineer-engineer di PT Winteq AOP.

Acara ini menghadirkan juga Ayyasy Azzurqi , Ketua komite specialist track PT Astra Otoparts divisi Winteq sebagai moderator dan  Ir Djoko Subagio MT. MSc. , Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Polman Astra  dan salah satu Dosen senior di Laboratorium Otomasi Industri Polman Astra, sebagai Narasumber dalam forum tersebut.

Dalam pemaparannya Ir Djoko Subagio MT. MSc. mengungkapkan bahwa Untuk mengimplementasikan teknologi smart grid di industri diperlukan pengetahuan mengenai smart grid yang didefiniskan sebagai jaringan listrik masa depan. Smart manufacturing adalah langkah awal untuk menerapkan smart grid di Industri yaitu membuat sistem di semua lini terintegrasi dalam satu sistem. Dengan kemajuan teknologi ICT berdampak pada penerapan IOT. Seperti kita ketahui sekarang ini PLC, actuator dan sensor-sensor sudah diisyaratkan mempunya IP tersendiri sehingga bisa dikendalikan dari jarak jauh. PLC networking, smart sensor dan smart equipment menjadi ujung tombak terintegrasinya mesin-mesin dan sarana dan prasarana di Industri.

Lebih lanjut narasumber menjelaskan langkang-langkah awal untuk menerapkan smart manufacturing yaitu :

1. Smart metering

 

2. Automated equipment : HVAC( heating, Ventilation and Air Conditioner) and lighting

 

3. Automated machine

 

4. Energy Management System

 

5. Renewable energy generation : PV and wind  turbine

Langkah-langkah tersebut diatas dapat mengurangi pemakaian energi listrik di Industri dan sekaligus sentralisasi jaringan sehingga apabila regulasi pemerintah Indonesia tentang smart grid sudah ada industry sudah mempersiapkan diri lebih awal.

Terlepas dari konsep smart grid yang tujuannya mengurangi pemakaian energi listrik, meningkatkan pembangkitan energi terbarukan dan mengurangi emisi CO2, smart metering bisa digunakan untuk sarana memonitor pemakaian energi di industri sekaligus dapat digunakan untuk mengefisienkan pemakaian energi. Narasumber yang pernah mendalami smart grid pada saat magang di Converteam (GE Energy)  Perancis ini, menegaskan HVAC industri-industri di Indonesia masih mendominasi pemakaian energi listrik di perusahaan, maka dianjurkan membuat system yang terintegrasi dan otomatis sehingga enargi listrik tidak digunakan secara berlebihan.

Dalam Sessi tanya-jawab, para peserta banyak bertanya secara teoritis mengenai smart metering dan penerapannya di bagian masing-masing. Pada akhir sesi narasumber menjelaskan bahwa penerapan EMS (energy management system) dan pembangunan sumber energi listrik baru seperti solarcell (PV) menjadi kunci dari keberhasilan penerapan smart manufacturing di Industri. Akan tetapi semua tidak berjalan efektif kalau tidak didukung oleh jaringan internet yang handal.

Reportase oleh Ir Djoko Subagio MT.MSc. dan team UPT Otomasi Polman Astra)

 

lp2m-polman.jpg

 

Last Updated on Tuesday, 22 November 2016 09:46
 

Kemeriahan Acara ASTRA GREEN ENERGY SUMMIT 2016 yang diselenggarakan oleh Astra International dan Polman Astra

Monday, 07 November 2016 10:41 Thomas Hargono
Print PDF
There are no translations available.

Pada tanggal 2 -3 November 2016, bertempat di William Soeryadjaya Hall, komplek Astra International , Untuk kali pertama PT Astra International Tbk  bekerjasama dengan Polman Astra menyelenggarakan Astra Green Energy Summit 2016 dengan tajuk “Forestering Green Energy and Clean Technology for Sustainable Company”. Acara ini ternyata menyedot animo peserta yang besar dari para aktivis dan praktisi Energi khususnya di kalangan Perusahaan Grup Astra.

Diawal sessi acara, Direktur Polman Astra Tony Harley Silalahi memberikan sharing singkat tentang tren pengembangan teknologi dalam meningkatkan kapabilitas konservasi energi, serta peran institusi pendidikan tinggi vokasi dalam pengembangan tersebut. “Memasuki Industri generasi ke-empat (Industry 4.0), Internet of Things dan Big Data merupakan tren teknologi baru yang memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi energi dan mendukung proses inovasi green, clean dan re-newable energy” demikian kutipan paparan yang disampaikan oleh Tony Harley Silalahi.

Sebagai institusi pendidikan vokasi Polman Astra, menyadari akan tren tersebut dan melakukan inisiatif untuk mengembangankan prototipe produk Green Energy. “Hingga saat ini ada 4 prototipe dengan portofolio Green Energy yang tengah dikembangkan Polman Astra, salah satunya adalah Machine Learning Based Smart Energy Monitoring System. Prototipe-prototipe tersebut dikembangkan lewat proses pembelajaran vokasi yang diimmplentasikan Polman Astra dengan melibatkan mahasiswa lewat Astra Dual System, sehingga dapat menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang tinggi”, tambah Tony Silalahi.

Acara dilanjutkan dengan Panel Diskusi “Promoting Green Energy Management” dimana dalam diskusi ini dipaparkan tentang “Peran Perusahaan dalam mendukung RAN GRK melalui konservasi energi, energi baru & terbarukan", materi ini dibawakan langsung oleh Direktur Mitigasi Perubahan Iklim – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ir. Emma Rachmawati, M.Sc, juga dipresentasikan materi dengan tajuk “Inovasi Teknologi dalam Mendukung Upaya Konservasi dan Efisiensi Energi bagi Perusahaan" oleh Prof. I Gede Wenten, beliau adalah seorang Professor bidang Chemical Engineering dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Di kesempatan terakhir Titovianto W seorang ahli  dari Himpunan Ahli Konservasi Energi Indonesia menyajikan materi diskusi “Promoting Energy Management Standard for Sustainable Company”. Diskusi panel ini dipandu oleh Aris Ika Nugrahanto , National Project Coord. UNIDO.

Pada sessi siang hari, seluruh peserta dibagi menjadi 2 grup besar, dimana dihadirkan 2 best-practices dari Hi-Tech Company: AQYLON Perancis dan OMRON Jepang. Dalam kesempatan tersebut juga dipaparkan 4 Publikasi Ilmiah yang dihasilkan oleh Polman Astra dan Institusi Pendidikan Tinggi Lainnya. Sessi terbagi menjadi 2 tema besar yaitu Clean Technology Class dan Green Industry 4.0 Class.

Begitu pentingnya issue terkait Green Energy Bagi keberlangsungan kehidupan manusia di dunia ini , dan pentingnya kita khususnya di  Astra untuk mulai bertindak, berpikir dan menemukan solusi terhadapnya juga diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto. Beliau hadir langsung dalam acara ini dan terlihat sangat antusias terhadap segala upaya yang telah dilakukan anak-anak perusahaan Astra dalam upaya mengembangkan perusahaan yang peduli terhadap penerapan Green Energy. Upaya-upaya tersebut disajikan pada Mini Expo yang juga ditampilkan dalam acara ini. Pada kesempatan tersebut bersama dengan jajaran manajemen PT Astra International, Prijono Sugiarto beserta beberapa tamu VVIP meresmikan dimulainya ASTRA GREEN ENERGY SUMMIT 2016 .

AGES tahun ini juga menghadirkan Archandra Tahar, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia RI, sebagai keynote speaker. Dalam kesempatan tersebut beliau mengupas tema utama “ Energi Terbarukan dan Teknologi Bersih untuk pengembangan Perusahaan secara Berkelanjutan”

Acara dilanjutkan dengan Talkshow yang dibawakan oleh Rieke Carolina seorang News Anchor terkenal dari sebuah TV swasta di Indonesia, dan masih terkait dengan tema utama, dalam talkshow ini dibahas bagaimana Perusahaan bisa terus berkelanjutan dengan New-Renewable Energy & Energy Conservation Management. Dalam sessi ini hadir 2 narasumber yang sangat berkompeten yaitu Rida Mulyana - Dirjen EBTKE – ESDM dan I Gusti Putu Suryawirawan - Dirjen ILMATE – Kemenperin.

 

Acara ditutup dengan pemberian Penghargaan terhadap perusahaan-perusahaan Astra Grup yang giat dalam penerapan Green Energy dari beberapa kategori.

 

Last Updated on Friday, 09 December 2016 09:15
 


Page 1 of 4