Skip to main content

Pada tanggal 7 Februari 2019, Lembaga Pengembangan Produk dan Penerapan Teknologi (LP3T) Polman Astra mengundang para Dosen dan Instruktur Polman Astra untuk sharing pengalaman bagaimana mereka bisa mengembangkan penelitian dengan sokongan kuat tidak hanya dari segenap sivitas akademika Polman Astra  namun juga dukungan dari Pemerintah dengan memanfaatkan dana Riset yang disiapkan pemerintah RI dalam hal ini Kemenristekdikti. Acara yang juga dihadiri oleh Sekretaris Yayasan Astra Bina Ilmu (YABI) , Yakub Liman dan Direktorat Polman Astra ini ingin menggugah minat para dosen dan pengajar di Polman Astra untuk mau melakukan penelitian, bukan hanya penelitian yang umum namun lebih spesifik inovasi yang menunjang langsung dunia industri manufaktur.

Sebagaimana diketahui, bahwa peningkatan daya saing sektor industri khususnya industri manufaktur menjadi hal yang sangat penting karena sektor tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Memandang pentingnya peran tersebut maka Riset Dikti meluncurkan Program Insentif Riset Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) yang kali pertama dikeluarkan tahun 2015, Program ini memang bertujuan khusus untuk menstimulus para pelaku Research & Development (RND) Industri agar mau bersinergi dengan Perguruan tinggi dalam mengembangkan produk-produk teknologi industri nasional yang bukan hanya sebatas output namun sudah masuk pada kategori prototipe laik industri yang masuk pada fase pra-komersial (telah teruji) dan benar- benar siap untuk mass production (komersial). Pemerintah menganggarkan dana yang cukup besar untuk membiayai kegiatan RND antara Industri dan Perguruan Tinggi guna tercapainya tujuan tersebut.

Polman Astra melalui LP3T mulai aktif dalam pengajuan proposal PPTI ini sejak tahun 2015, dengan sokongan kuat dari industry Astra Grup tim LP3T Polman Astra tidak lelah untuk mengajukan usulan-usulan inovasi agar bisa mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Cukup berat diakui memang untuk bisa mendapatkan bantuan ini, namun setelah belajar atas pengalama pengalaman pengajkuan proposal sebelumnya pada tahun 2018 kemarin Polman Astra akhirnya bisa meloloskan proposal dengan tema Mesin CNC Multi Fungsi (Laser CO2, Engraving, dan 3D Printing) sebagai Pendukung Teknologi Informasi dan Komunikasi. 

Tim LP3T yang beranggotakan Dr. Eng. Syahril Ardi,Fadli Hari Purnomo, Harki Apri Yanto Ph.D, Heru Suprapto, MT., Febri Setianto, Philipus Mahadi, Afriana Aghata dan Vincensius Herdani Agung membagikan sharing pengalaman mereka menyiapkan proposal PPTI hingga akhirnya bisa menyelesaikan project ini dan yang terpenting adalah mempertanggung jawabkan kepada Ristek Dikti. Project yang didukung penuh oleh PT Winteq anak perusahaan PT Astra Otoparts ini diharapkan menjawab kebutuhan UKM bidang manufaktur yang tidak memiliki cukup space untuk melakukan produksi dan juga kebutuhan terhadap mesin mutifungsi. Dalam sambutannya Yakub Liman mengharapkan agar Polman Astra lebih berfokus pada inovasi produk terus menerus  dan tidak berfokus dulu pada komersialisasinya, karena proses itu akan memakan waktu yang lama dan akan lebih pas dikerjakan oleh industri karena mereka yang paham betul kebutuhan dari pasar.

Senada dengan Yakub Liman, Tony Harley Direktur Polman Astra juga mengungkapkan kebanggaannya atas capaian dari tim ini seraya juga mengajak agar seluruh dosen untuk berani mengajukan proposal-proposal inovasi dengan belajar dari pengalaman team yang sudah berhasil mendapatkan Dana Riset PPTI dari pemerintah. Dengan didukung industri Astra yang besar , para dosen dan instruktur Polman Astra harusnya tidak perlu ragu ragu mengembangkan kemauan untuk meneliti, karena produk produk inovatif ini tentunya diharapkan juga bisa menjadi kebanggaan tidak hanya hanya bagi PT Astra International namun juga bagi bangsa, sejalan dengan cita cita Astra tahun 2020 sebagai pride of the nation. 

EnglishIndonesian