Skip to main content

Sebagaimana diketahui, bahwa peningkatan daya saing sektor industri khususnya industri manufaktur menjadi hal yang sangat penting karena sektor tersebut memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Memandang pentingnya peran tersebut maka Riset Dikti meluncurkan Program Insentif Riset Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) yang kali pertama dikeluarkan tahun 2015, Program ini memang bertujuan khusus untuk menstimulus para pelaku Research & Development (RND) Industri agar mau bersinergi dengan Perguruan tinggi dalam mengembangkan produk-produk teknologi industri nasional yang bukan hanya sebatas output namun sudah masuk pada kategori prototipe laik industri yang masuk pada fase pra-komersial (telah teruji) dan benar- benar siap untuk mass production (komersial). Pemerintah menganggarkan dana yang cukup besar untuk membiayai kegiatan RND antara Industri dan Perguruan Tinggi guna tercapainya tujuan tersebut. Tahun 2018, kolaborasi Polman Astra dan Winteq berhasil mengembangan CNC multi fungsi, mesin CNC multi fungsi berhasil dikembangkan dengan menggabungkan 1 unit mesin milling tipe column, dengan 1 unit kepala mesin yang bisa difungsikan untuk spindle (engraving), laser CO2 dan 3D printing, dan sebuah 1 set kontroler CNC yang mampu mengakomodir 3 fungsi dalam 1 mesin.

Tahun ini melalui Lembaga Pengembangan Produk dan Penerapan teknologi (LP3T), Polman Astra kembali mengajukan proposal penelitian kepada Riset Dikti dan dari 3 proposal yang diajukan semuanya mendapatkan persetujuan Hibah PPTI. Sejalan dengan keseriusan Polman Astra untuk terus mengembangkan Prototype yang sudah dibuat di tahun sebelumnya, tahun ini Polman Astra kembali mengajukan penelitian terkait pengembangan CNC Multifungsi. terdapat 2 proposal yang diajukan terkait pengembangan tersebut, yang pertama mengambil judul riset Pengembangan Sistem Kontroler Multi Fungsi dan Sistem Monitoring Berbasis IoT pada Mesin CNC Multi Fungsi sebagai Pendukung Teknologi Informasi dan Komunikasi, proposal yang diketuai oleh Dr. Eng. Syahril Ardi menggandeng PT CNC Design untuk berkolaborasi dalam pengembangan sistem control dari mesin CNC multi fungsi tersebut.

Masih dengan tema riset yang berfokus pada pengembangan mesin CNC multi fungsi , Antonius Kristijono yang didapuk sebagai ketua peneliti kembali berkolaborasi dengan Winteq anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk hendak mengembangkan lebih lanjut Mesin Multi Fungsi sebagai pendukung Teknologi Informasi dan komunikasi. Untuk tema riset kedua Polman Astra ingin memfokuskan kepada kualitas mekanik dari mesin sehingga mesin CNC multifungsi ini bisa berfungsi layaknya kualitas mesin industri. Satu karya penelitian yang juga tahun ini mendapatkan hibah PPTI adalah judul riset Pengembangan Mesin Test Kondisi Lingkungan (Enviromental Chamber) dalam rangka Lokalisasi Teknologi Pengujian Produk, riset yang diketuai oleh Harki Apri Yanto berhasil menggandeng PT Astra Otoparts Tbk Divisi EDC.

“Sinergi yang dilakukan Polman Astra dengan dunia Industri, khususnya dalam pengembangan riset berpotensi besar untuk menghasilkan produk tepat guna yang bisa bermanfaat tidak hanya bagi dunia Industri namun juga bagi masyarakat Indonesia. Hal ini juga bisa membuktikan bahwa Polman Astra bukan hanya dipandang karena kualitas pendidikannya yang baik namun juga sebagai institusi yang mendukung pengembangan riset guna mengarah ke kemandirian teknologi, khususnya pengurangan produk impor” demikian dijelaskan Harki, Kepala Departemen LP3T.

EnglishIndonesian